menu

Showing posts with label Database. Show all posts
Showing posts with label Database. Show all posts

Website sederhana untuk pemula menggunakan PHP - Membuat koneksi database


Agar sebuah website dapat terhubung dengan database maka kita harus membuat koneksinya terlebih dahulu.

Koneksi database yang akan saya jelaskan pada posting kali ini adalah membuat koneksi database php tanpa menggunakan framework.

Ingin tahu koneksi database php dengan menggunakan framework Laravel? bisa lihat disini.

Koneksi database ini sangatlah penting sebelum kita akan memulai membuat sebuah sistem pada php yang menggunakan database.

Sebelum memulai tutorial ini kamu harus mengikuti tutorial sebelumnya, karena struktur project website yang saya gunakan pada tutorial kali ini menggunakn custom framework dapat dilihat disini.

Oke langsung saja, berikut tutorialnya..

Pertama-tama buat file baru bernama koneksi.php pada folder webcoboy sehingga akan tampak seperti ini.


Jika kamu mau menggunakan user dan password yang sudah ada pada phpmyadmin silahkan tinggal sesuaikan saja parameter dari isi file koneksi.php nya nanti.

Buat database baru dengan cara:
Klik New

Isi nama databasenya


Kemudian klik Create

Untuk melihat user yang sudah ada, klik Users


Jika ingin membuat user baru silahkan klik databasenya kemudian pada menubar klik privileges/hak akses, selanjutnya ikuti panduan berikut, lihat nomor 8.

Isikan code berikut pada koneksi.php.
<?php
  $host="localhost";
  $user="webcoboy";
  $pass="webcoboy";
  $dbname="webcoboy";

  $db=mysql_connect($host,$user,$pass);
  mysql_select_db($dbname,$db);
?>
$user merupakan nama user
$pass merupakan password user
$dbname merupakan nama databasenya

Kemudian ubah sedikit code pada file _header.php menjadi seperti ini.
<?php include_once "koneksi.php" ?>
<!DOCTYPE html>
<html>
  <head>
    <title>Webcoboy</title>
    <link rel="stylesheet" href="styles/style.css">
  </head>
  <body>

Untuk mengetes apakah database sudah terkoneksi atau belum silahkan lanjutkan pada tutorial berikutnya Read(CRUD).

===DONE!===

Laravel - Database migrations dan seeds pada laravel 4.2


Setelah pada tutorial sebelumnya kita sudah membuat sebuah koneksi database untuk project kita sekarang saatnya membuat isi dari database tersebut.

Tutorial ini akan menggunakan library dari laravel itu sendiri yaitu php artisan

Oke, langsung saja caranya

Jangan lupa samakan dulu struktur project laravel kita jika belum lihat disini

1. Pertama masuk ke path project kita kemudian ketikkan sintax artisan, seperti ini


2. Maka secara otomatis program artisan akan mengenerate file migration pada path protected/app/database/migration seperti ini


3. Buka file (tanggal)_User.php kemudian masukkan query tablenya, seperti ini
<?php
//ini database laravel
use Illuminate\Database\Schema\Blueprint;
use Illuminate\Database\Migrations\Migration;

class User extends Migration {

 /**
  * Run the migrations.
  *
  * @return void
  */
 public function up()
 {
  Schema::create('users', function($table){
   $table->increments('id');
   $table->string('name');
   $table->string('username');
   $table->string('email');
   $table->string('password');
   $table->timestamps();
  });
 }

 /**
  * Reverse the migrations.
  *
  * @return void
  */
 public function down()
 {
  Schema::drop('users');
 }

}
4. Selanjutnya ketikkan code berikut pada command prompt


5. Maka secara otomatis akan terbentuk tabel baru bernama users


6. Kemudian kita akan mengisi tabel tersebut dengan perintah seed pertama buat dulu file seedernya dengan nama UserSeeder.php pada path protected/app/database/seeds seperti ini



7. Isi file UserSeeder.php dengan code berikut
<?php
 
class UserSeeder extends Seeder
{
    public function run()
    {
        DB::table('users')->delete();
        DB::table('users')->insert(array (
            array (
              'name'     => 'Dracule Mihawk',
              'username' => 'mihawk',
              'email'    => 'mihawk@gmail.com',
              'password' => Hash::make('rahasiakampret'),
            ),
            array (
              'name'     => 'Trafalgar Law',
              'username' => 'trafa',
              'email'    => 'trafa@gmail.com',
              'password' => Hash::make('rahasiakampret'),
            ),
        ));
    }
}
8. Edit file DatabaseSeeder.php isi dengan code berikut
<?php

class DatabaseSeeder extends Seeder {

 /**
  * Run the database seeds.
  *
  * @return void
  */
 public function run()
 {
  Eloquent::unguard();

  $this->call('UserSeeder');
 }

}

8. Ketikkan lagi pada cmd


9. Secara otomatis table users akan terisi seperti ini


===DONE!!!===

Laravel - Setting database connection laravel 4.2


Dalam membuat sebuah database migration pada laravel maka kita harus mengkoneksikan terlebih dahulu website kita dengan phpmyadmin yang merupakan website pada server local yang berfungsi sebagai tempat meletakkan seluruh database kita.

Dalam tutorial ini saya akan mengajarkan cara membuat koneksi database tersebut hanya pada komputer pribadi anda sebagai developernya.

Saya anggap struktur project laravel kita sama jika belum samakan dulu lihat disini

Okay, kita langsung saja..

1. Pertama buat lokal koneksi khusus untuk komputer kita dengan menambahkan environment laravel

  • buka file start.php pada path protected/bootstrap/start.php
  • tambahkan 'local_terserah' => array('nama komputer'), seperti ini
  • mengganti nama komputer bisa lihat disini
$env = $app->detectEnvironment(array(

 'local' => array('homestead'),
 'local_terserah' => array('Namakomputer'),

));
2. Tambahkan folder local_terserah pada path protected/app/config/local_terserah
3. Isikan dua file app.php dan database.php pada folder local_terserah
4. file app.php berisi
<?php

return array(

 /*
 |--------------------------------------------------------------------------
 | Application Debug Mode
 |--------------------------------------------------------------------------
 |
 | When your application is in debug mode, detailed error messages with
 | stack traces will be shown on every error that occurs within your
 | application. If disabled, a simple generic error page is shown.
 |
 */

 'debug' => true,

);

5. file database.php berisi
<?php

return array(

 /*
 |--------------------------------------------------------------------------
 | Database Connections
 |--------------------------------------------------------------------------
 |
 | Here are each of the database connections setup for your application.
 | Of course, examples of configuring each database platform that is
 | supported by Laravel is shown below to make development simple.
 |
 |
 | All database work in Laravel is done through the PHP PDO facilities
 | so make sure you have the driver for your particular database of
 | choice installed on your machine before you begin development.
 |
 */

 'connections' => array(

  'mysql' => array(
   'driver'    => 'mysql',
   'host'      => 'localhost',
   'database'  => 'project',
   'username'  => 'root',
   'password'  => 'root',
   'charset'   => 'utf8',
   'collation' => 'utf8_unicode_ci',
   'prefix'    => '',
  ),

  'pgsql' => array(
   'driver'    => 'mysql',
   'host'      => 'localhost',
   'database'  => 'project',
   'username'  => 'root',
   'password'  => 'root',
   'charset'   => 'utf8',
   'collation' => 'utf8_unicode_ci',
   'prefix'    => '',
  ),

 ),
);
6. Buat database di phpmyadmin dengan nama project(sesuai dengan isi file database.php) atau terserah kalian
7. Buat hak akses baru


8. Klik ini


9. Isi form

10. Centang ini


11. Klik kirim


12. Jika sudah ada hak akses untuk root maka tinggal edit privileges saja


13. Ubah password dengan root(sesuai dengan isi file database.php)



===DONE!!!===